HUKUM

Pemilihan Panitia Pilkades Selandi Berakhir Ricuh

Pilkades Karo Rawan

print
Tetap Bangun Membuat Laporan Pengaduan di Mapolsek Payung, Rabu (7/9)

Tetap Bangun Membuat Laporan Pengaduan di Mapolsek Payung, Rabu (7/9)

TANAH KARO | KABAR SUMUT

Buntut dari mundurnya Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Selandi, Kecamatan Payung beberapa waktu lalu, akhirnya menimbulkan permasalahan yang berujung pada kericuhan di desa tersebut.

Hal ini terlihat saat BPD (Badan Permusyawaratan Desa) Selandi, hendak menggelar rapat pemilihan Panitia Pilkades di Jambur Kaisar Desa Selandi, Rabu (7/9). Munculnya dua kelompok warga, membuat rapat pemilihan tersebut tidak menemui kata sepakat.

Keterangan yang diperoleh KABAR SUMUT dari Ketua BPD Selandi, Aktif Bangun didampingi Imanuel Bangun (Wakil Ketua), Efesus Bangun (Sekretaris), Laba Bangun (anggota) dan Musa Bangun (anggota), Kamis (8/9) di Kabanjahe mengatakan, rapat pemilihan ini digelar menyusul mundurnya Panitia Pilkades Selandi beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, Ketua Panitia Pilkades Desa Selandi, Sanitas br Sinulingga, Sekretaris (Juna Bangun), Bendahara (Bunga br Sitepu) dan anggota (Jusup Tarigan) sebelumnya mengundurkan diri.

Hal ini di katakan oleh Panitia Pilkades sebelumnya, sesuai dengan Peraturan Bupati Karo No. 13 Tahun 2015 bagian kedua pasal 6 ayat 2 bagian (d). Bagian kedua pasal 6 ayat 2 bagian (d) tentang penetapan pemilih yang berbunyi, berdomisili di desa sekurang-kurangnya 6 bulan sebelum disahkannya daftar pemilih sementara yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik atau surat keterangan penduduk  bahkan Panitia Kecamatan dan Panitia Kabupaten terkesan tidak mengayomi Panitia Desa dan juga tidak pernah menggelar bimtek.

“Dalam rapat pemilihan itu, kelompok warga pecah menjadi dua kubu, sehingga tidak ada kata sepakat. Bahkan, satu kelompok warga meminta agar Pilkades Selandi ditunda dan satu kelompok lagi ngotot agar rapat pemilihan itu dilanjutkan,” jelas Aktif Bangun.

Dikatakan, rapat tersebut berujung ricuh saat Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Payung, Mariani br Sitepu yang hadir dalam rapat itu, mengaku dihubungi seorang oknum untuk mengusulkan salah seorang warga dimasukkan dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkades Selandi. Padahal, waktu penetapan warga dalam DPT sudah habis.

Mendengar itu, salah satu kelompok warga lantas mempertanyakan siapa oknum yang dimaksud dan apa dasar usulan penetapan warga tersebut di dalam DPT. Karena tak dapat membuktikan ucapannya, kelompok warga itu emosi dan terjadi perdebatan sengit antara kedua kelompok.

Puncaknya, terjadi aksi tarik menarik, kejar-kejaran hingga perkelahian antar dua kelompok warga yang menetap dalam satu desa itu. Ricuhnya suasana, membuat personel polisi yang berjaga tak dapat berbuat banyak.

Akibatnya, seorang warga bernama Tetap Bangun (61) terpaksa dilarikan ke Puskesmas akibat terkena lemparan batu. Korban mendapat luka di bagian kepala dan sempat dikeroyok. Upaya maksimal dari polisi, akhirnya kericuhan dapat diredam.

“Rapat pemilihan panitia Pilkades ini terpaksa kita tunda hingga waktu yang belum ditentukan. Ini akan kita laporkan langsung kepada Bupati Karo. Kita harapkan agar permasalahan ini segera berakhir, mengingat waktu pelaksanaan Pilkades akan dilaksanakan Oktober mendatang,” kata Aktif Bangun.

Sementara, Tetap Bangun akhirnya membuat laporan pengaduan ke Mapolsek Payung atas peristiwa yang dialaminya pada hari yang sama.

Kapolsek Payung AKP Sopar Budiman saat dihubungi, Kamis (8/9) membenarkan adanya laporan pengaduan korban. “Tetap Bangun melapor karena mendapat luka akibat terkena lemparan batu di kepala saat digelar rapat pemilihan panitia Pilkades Selandi. “Kasus ini masih dalam penyelidikan kita,” kata Sopar

  • ROBINSON PURBA
Ke Atas