HUKUM

Mantan Pjs Kades Samura Resmi Dilaporkan ke Kejari Karo

Dugaan Penyalahgunaan ADD dan DD

print
Warga Desa Samura saat menyerahkan laporan pengaduan kasus dugaan penyalagunaan dana desa ke Kantor Kejari Karo

Warga Desa Samura saat menyerahkan laporan pengaduan kasus dugaan penyalagunaan dana desa ke Kantor Kejari Karo

TANAH KARO | KABAR SUMUT

Puluhan warga Desa Samura, Kecamatan Kabanjahe, yang tergabung dalam Masyarakat Desa Peduli Samura, resmi melaporkan mantan Sekretaris Desa (Sekdes) sekaligus mantan Pjs. Kades Samura, Harapenta Milala ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Karo, Kamis (8/9).

Keterangan yang diperoleh KABAR SUMUT dari beberapa warga Desa Samura, Jumat (9/9) di seputaran Kantor Kejari Karo menyebutkan, laporan tersebut terkait adanya dugaan penyalahgunaan Anggaran Dana Desa (ADD), Dana Desa (DD) tahun 2015, yang diduga dilakukan mantan Pjs. Kades Samura.

“Kami telah sepakat untuk melaporkan mantan Pjs. Kades Samura, Harapenta Milala ke aparat penegak hokum atas dasar Penggunaan ADD dan DD yang bersumber dari Negara untuk membangun desa yang sudah disalahgunakan oleh Harapenta Milala bersama kroni-kroninya,” ungkap warga bermarga Purba.

Tak hanya itu, mereka juga menyebut adanya dugaan tanda tangan palsu bagi warga penerima uang lelah, gotong royong dan penerima bantuan kepada Posyandu Lansia.

Purba juga menjelaskan, untuk memanipulasi data anggaran tersebut, Harapenta Milala disebut menyodorkan kwitansi kosong kepada pihak ketiga untuk ditandatangani.

“Nama dan tanda tangan bendahara juga dipalsukan. Bahkan, ada jalan dibangun menggunakan dana desa, namun  setelah selesai dibangun, ada masyarakat yang mendirikan pagar pembatas ditengah jalan itu. Hingga saat ini, pagar itu tetap berdiri kokoh diatas jalan.

Guna memuluskan praktek kecurangan tersebut, mantan Pjs. Kades Samura tidak pernah melaksanakan musyawarah bersama warga desa setiap kali ada pembangunan. “Plank proyek juga tidak pernah ada setiap ada pembangunan. Itu hanya kesepakatan kelompok mereka saja,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, terkait laporan pengaduan tersebut, pihak Inspektorat Pemkab Karo juga sudah pernah mendatangi desa mereka. “Kami juga telah melaporkan hal ini kepada Asisten I Pemkab Karo, Drs. Suang Karo-Karo di Kantor Bupati Karo,” cetus mereka.

Untuk itu, kami berharap agar Kepala Kejari Karo, I Dewa Gde Wirajana SH MH secepatnya bekerja untuk mengungkap kasus dugaan korupsi dan pemalsuan tanda tangan yang diduga dilakukan mantan Pjs. Kades Samura.

“Kami bersedia menjadi saksi kecurangan dalam kasus ini, dan  kasus juga ini sudah kami sampaikan melalui surat tembusan kepada Bupati Karo, DPRD Karo, Camat Kabanjahe dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Karo,” kata Purba lagi.

Sementara, pegawai bidang administrasi di Kantor Kejari Karo, Nurhayati, saat ditemui membenarkan pihaknya menerima laporan pengaduan masyarakat Desa Samura.

Dikatakan, laporan tersebut akan segera disampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti.

Terpisah, petugas auditor dari Inspektorat Pemkab Karo, Sades Sembiring SE M.Si kepada wartawan mengatakan saat tim dari Inspektorat sedang bekerja untuk menindaklanjuti kasus tersebut. “Kita masih bekerja untuk menyelidiki adanya dugaan penyelewengan dana. Nanti akan kita laporkan kepada Bupati dan Kepala Inspektorat,” ujar Sades.

  • ROBINSON PURBA
Ke Atas