HUKUM

Curi 200 Kg Kentang, Dikenakan Pasal 363 Ayat 4e KUHPidana

print
Abdianta Sitepu, pelaku pencurian kentang diapit petugas  Polsek Barus Jahe

Abdianta Sitepu, pelaku pencurian kentang diapit petugas Polsek di Mapolsek Barusjahe. KABAR SUMUT/robinson purba

TANAH KARO | KABAR SUMUT

Tingginya harga buah kentang yang mencapai Rp 10 ribu per Kg di Karo, membuat Abdianta Sitepu (41) warga Desa Sinaman, Kecamatan Barus Jahe, nekat memanen kentang milik Doklin Sembiring di perladangan Buluh Babo, Desa Sukanalu, Kecamatan Barus Jahe, Selasa (20/9) berkisar pukul 23.50 WIB malam.

Keterangan yang diperoleh Kabar Sumut dari Abdianta Sitepu saat menjalani pemeriksaan di Mapolsek Barus Jahe, Rabu (21/9) mengatakan, ia melakukan aksi pencurian tersebut bersama dua orang rekannya yang telah melarikan diri.

“Dari ladang itu, kami sudah memanen kentang sebanyak 200 Kg. Kentang itu kami angkut dengan mobil pick up kijang petak (tanpa plat BK). Setelah itu kami bawa ke ladangku di Juma Sibenggal, berjarak 2 Km dari ladang tempat kami mencuri kentang itu,” ungkap Abdianta.

Namun aksi mereka ternyata diketahui oleh pemilik ladang. Setelah dua jam melakukan aksinya mencuri kentang tersebut, pemilik kentang bersama warga lantas mendatangi ladang miliknya.Melihat warga  dan pemilik ladang datang, akhirnya dua rekannya berhasil melarikan diri, dan Abdianta tak dapat berbuat banyak.

Saat warga menginterogasi terkait kepemilikan kentang itu, Abdianta tak dapat berdalih. Ia mengakui jika kentang yang mereka curi berasal dari ladang milik Doklin Sembiring. Akibat perbuatannya,warga selanjutnya memboyong Abdianta ke Mapolsek Barus Jahe untuk dimintai keterangan.

Sementara, Kapolsek Barus Jahe AKP J.H Situmorang saat dihubungi membenarkan kejadian tersebut. “Pelaku bersama barang bukti kentang 200 Kg dan satu unit mobil pick up sudah diamankan. Kedua pelaku lainnya dalam pengejaran. Tersangka dikenakan pasal 363 ayat 4e KUHPidana dengan ancaman 7 tahun penjara,” jelas Situmorang.

  • ROBINSON PURBA
Ke Atas