Sorot

Pembangunan Tembok Penahan Pakai Karung Semen Diperiksa Hanya Visual Bukan Pengujian

Terkait Pemeriksaan Proyek DSP Rp 76 Miliar di Siosar

print
Proyek DSP Tembok penahan tanah (Talud) memakai karung di Siosar Kecamatan Merek

Proyek DSP Tembok penahan tanah (Talud) memakai karung di Siosar Kecamatan Merek. Photo Talud  Rabu (20/4). KABAR SUMUT/robinson purba

TANAH KARO | KABAR SUMUT

Seluruh pelaksanaan  kegiatan yang dikelola BPBD Kabupaten Karo dalam hal anggaran Dana Siap Pakai (DSP) dari BNPB TA  2015 terkait  kegiatan percepatan relokasi akibat bencana Gunung Sinabung terhadap 370 KK bagi warga Desa Bakerah, Simacem dan Sukameriah senilai Rp 76.576.423.500 di Siosar, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo  diperiksa hanya visual bukan melalui pemeriksaan secara pengujian sehingga diketahui kualitas dari proyek itu.

Padahal seluruh kegiatan itu, ada beberapa paket yang proyek yang ambruk. Di antaranya ada pekerjaan jambur kontruksi pembangunan jambur Desa Sukameriah dengan nilai pagu Rp 1.303.610.000 ambruk pada pada 6 April 2016 lalu. Proyek DSP pembangunan tembok penahan tanah (Talud) untuk warga Simacem di Siosar Kecamatan Merek ambruk pada 16 April 2016. Meski kedua paket kegiatan proyek DSP itu telah diperbaiki.

Pemeriksaan kegiatan DSP itu secara visual, diterbitkan Plt Kepala BPBD Kab Karo, Drs Matius Sembiring dengan Surat Keputusan nomor 10/SK/SKR/BPBD/II/2016 tentang perubahan pertama keputusan kepala pelaksana BPBD Karo nomor 58/SK/SKR/BPBD/2015 tentang pembentukan pembentukan tim teknis panitia pemeriksa barang dan panitia pemeriksa hasil pekerjaan kegiatan percepatan relokasi pengungsi erupsi Gunung Sinabung di kawasan Siosar.

Padahal sebelumnya Plt Kepala BPBD Kab Karo, Matius Sembiring menerbitkan Surat Keputusan nomor 58/SK/SKR/BPBD/XII/2015 tentang pembentukan tim teknis, panitia pemeriksa barang dan panitia hasil pekerjaan kegiatan percepatan relokasi pengungsi erupsi Gunung Sinabung di kawasan Siosar tertanggal 18 Desember 2015, mempunyai tugas menerima pengadaan barang/jasa setelah melalui pemeriksaan/pengujian.

Ketika hal itu dikonfirmasi ke Plt Kepala BPBD Kab Karo, Drs Matius Sembiring, Msi di ruang kerjanya, Selasa (4/10) mengakui seluruh pemeriksaan kegiatan DSP di Siosar yang dilakukan tim teknis, panitia pemeriksa barang dan panitia pemeriksa hasil pekerjaan kegiatan percepatan relokasi pengungsi di Siosar, tim bekerja melalui pemeriksaan secara visual.

Disinggung apa yang melatar belakangi dan tujuan diubah tentang pembentukan tim teknis pemeriksa seluruh kegiatan proyek DSP di Siosar hanya didasari melalui pemeriksaan secara visual. Sementara SK sebelumnya menerima pengadaan barang/jasa melalui pemeriksaan berdasarkan pengujian sehingga ada pemeriksaan kualitas dari pekerjaan itu, ia enggan mengomentarinya. “Kalau hal itu jangan dipersoalkan. Perubahan itu berdasarkan saran dan masukan dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sendiri,”katanya.

Sementara itu Ketua Tim pemeriksa untuk kontruksi seluruh kegiatan DSP di Siosar, Edward Pontianus Sinulingga ST ketika dihubungi melalui telepon seluleranya, Selasa (11/10) mengakui pemeriksaan seluruh kontruksi dilakukan secara visual bukan pemeriksaan secara pengujian.Menurut Kabid Bina Marga PUD Karo itu,  tim dari Dinas PUD melakukan pemeriksaan secara visual atas dasar SK yang diterbitkan Plt Kepala BPBD Kab Karo Drs  Matius Sembiring.

Ditanya soal jambur Desa Sukameriah yang ambruk pada 6 April 2016  dan  pembangunan tembok penahan tanah (Talud) untuk warga Simacem di Siosar yang ambruk pada 16 April 2016 dan sudah diperbaiki oleh pelaksana kegiatan, menurut Edward Sinulingga pihaknya melakukan pemeriksaan juga berdasarkan visual bukan berdasarkan pengujian.

Lebih lanjut dikatakan, mereka melakukan pemeriksaan seluruh kontruksi yang ada di Siosar pada bulan September lalu. Sebab data yang masuk ke Dinas PUD Karo mulai pada bulan Agustus.

Adapun kegiatan proyek DSP itu di Siosar  masing-masing  pembangunan rumah ibadah Gereja Katolik, masjid, kantor desa,  balai desa, jambur, dapur, kamar mandi, Gapura, talud, drainase dan jalan tersier, penambahan daya energi (kelistrikan), pembuatan jalan usaha lain di lahan 250 Ha, pembangunan rumdin guru paud, pembuatan Pustu di relokasi Siosar, pembuatan rumah para medis di relokasi Siosar, land clearing lahan lokasi fasum/fasos (TPU), sekolah, pustu, terminal dan gereja), pengadaan lampu jalan dengan tiang, pengukuran pematokan dan pembangunan lahan 250 HA, demplot 1 Ha cabut tunggal, demplot 1 Ha tanpa cabut tunggal, uang lelah pembersihan/pengelolaan lahan.

Selanjutnya biaya pengelolaan kayu sita tebang pohon, pengadaan meubeleur SD Negeri, peningkatan  jalan poros dari puncak 2000 ke Siosar, jalan lingkungan, sekunder, jalan lingkungan tersier, pengadaan rong sampah, pengadaan bibit pohon pelindung, reboisasai jalan, pengadaan bibit dan saprodi, aset dan sarana produksi , pembangunan gedung Paud, pengadaan alat peraga edukatif,bantuan alat pertanian, sosialisasi budidaya ayam buras.

  • ROBINSON PURBA
Ke Atas