Hukum

BNN Kab Karo “LEPAS” Pengedar Shabu Yang Sudah Ditangkap

Pada Saat Akan Tangkap Bandar Narkoba

KABAR SUMUT/robinson purba

TANAH KARO | KABAR SUMUT

Petugas  Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Karo lalai mengamankan pelaku pengedar shabu-shabu berinisial RHS (31) warga  Jalan Pahlawan Gang Selamat Kabanjahe yang terlebih dahulu sudah ditangkap di kediamannya Jalan Pahlawan Gang Selamat, Kamis (6/10).Pasalnya pada waktu petugas BNN Kab Karo mengembangkan kasus terkait narkoba itu di  salah satu rumah diduga bandar narkoba berinisial BB (34) di Jalan Jamin Ginting Gang Pemda, Kecamatan Kabanjahe, Kamis (6/10) lalu sekitar pukul 21.00 WIB, RHS  berhasil melarikan diri tanpa posisi tangan digari.

Ketika hal itu dikonfirmasi Kepala BNN Kab Karo Karo Drs. Luhut .M Sihombing  melalui Bagian petugas pemetaan jaringan settama BNN Kab Karo, Alexius Bintara Sinuraya  di ruang kerjanya, Selasa (25/10) mengakui tersangka RHS melarikan diri sewaktu dilakukan pengembangan kasus narkoba di rumah BB.

Disinggung apakah petugas BNN Karo tidak lalai  dalam pengembangan kasus itu. Sebelumnya RHS telah ditangkap dan pada saat dikembangkan kasus itu, RHS melarikan diri, ia enggan mengomentarinya. “Intinya akan kami cari RHS. Tolong bantu kami untuk menemukannya. Pada saat ini statusnya DPO  nomor DPO/03/X/Ka/pb.02/2016/BNNK-Karo tertanggal 6 Oktober 2016,”katanya.

Dipertanyakan lagi secara rinci dan kronologisnya RHS berhasil melarikan diri,pada hal sebelumnya ia telah ditangkap, Alexius Bintara Sinuraya  merincikan, kejadian itu berawal pada saat tim BNN membawa RHS ke kediaman BB di Jalan Jamin Ginting Gang Pemda Kabanjahe dengan cara mendampingkan RHS dengan salah seorang anggota BNN Karo berboncengan  mengendarai  sepedamotor matik milik R.

Sesampainya di lokasi RHS menghubungi Bagianta via HP untuk menyampaikan bahwa ia  telah sampai di depan gerbang rumahnya. Tidak lama kemudian pintu rumah dibuka dan 2 orang telah sampai di depan gerbang rumah. Dan tidak lama kemudian pintu rumah dibuka 2 orang laki-laki dewasa ke luar menuju pagar rumah kemudian menghampiri R dan anggota BNN Karo menunggu di depan pagar rumah dengan R.

Pada saat pintu pagar dibuka, katanya, dua orang laki-laki mendorong anggota BNN Karo yang sedang mengawalnya. Kemudian mengunci pintu pagar dengan gembok lalu berlari masuk ke dalam rumah bersama  R.

Selanjutnya personil BNN Karo menghubungi  Kepling untuk meminta bantuan agar pemilik rumah mau membuka pagar dan pintu rumah, namun tidak diindahkan oleh pemilik rumah.

“Berselang 30 menit akhirnya pemilik rumah membuka pintu dan pagar rumah, dan saat dilakukan penggeledaha, RHS dan BB telah melarrikan diri dengan cara melompati tembok belakang rumah. Pada saat ini BBN Karo masih terus melakukan pencarian terhadap RHS dan BB tanpa menyebutkan status BB,”ujarnya.

Ia menambahkan  awalnya pihak BNN Kab Karo meringkus MIS (21) warga Jalan Pahlawan Gang Selamat Kabanjahe di Jalan Letnan Rata  Perangin-angin Gang Kesatuan Kecamatan Kabanjahe, Kamis (6/10) pukul 19.20. Dari tersangka disita 1 paket shabu-shabu seberat 0,22 gr di saku celananya sebelah kanan.

Kemudian, petugas BNN Kab Karo mengintrograsi I dan menyebutkan bahwa barang tersebut adalah milik dari RHS yang dibeli dari B. Atas pengakuan Iqbal itu, petugas menindaklanjutinya ke sasaran rumah Romy di Jalan Pahlawan Gang Selamat Kecamatan Kabanjahe. “Pada saat ini tersangka Igbal ditahan di rutan Kabanjahe dengan status tahanan titipan BNN Kab Karo,”ungkapnya.

Selanjutnya, di rumah itu, petugas mengamankan RHS (31), MR (31), NAT (34), BS (23), VP (36 ), keseluruhannya warga Kabanjahe. Dari penggeledahan rumah Romy ditemukan buku tabungan Bank Sumut atas nama Romy H Sinulingga, 2 pisau tumbuk lada, 1 lembar STNK sepeda motor honda scopy BK 2719 SAE, 67 lembar plastik clip kosong warga bening berles merah.

Berdasarkan keterangan dari Romy, bahwa benar narkotika jenis shabu-shabu yang diamankan dari tersangka Muhammad Iqbal Sitorus adalah milinya yang diberikan untuk dijualkan kepada orang lainnya yang diperolehnya dari BB warga Jalan Jamin Ginting Gg Pemda. Dan empat orang lainnya masing-masing NAT, BS, MR, VP dikenakan wajib lapor dan berobat jalan karena tidak ada ditemukan narkoba.

  • ROBINSON PURBA
Ke Atas