KARO

Paket Proyek APBD TA 2016 di Taman Mejuah Juah Berastagi Belum Rampung

print

Keterangan : Pekerjaan Kamar mandi di Taman Mejuah-juah yang belum rampung di kerjakan. Kabar Sumut/robinson purba

TANAH KARO | KABAR SUMUT

Pengerjaaan paket proyek APBD 2016 di Taman Mejuah Juah Berastagi masih banyak yang belum rampung hingga pertengahan Januari 2017 ini, parahnya, pekerjaaan paket proyek tersebut diduga dikerjakan asal jadi. Hal ini sangat bertentangan dengan program bupati Karo untuk menjadikan Berastagi menjadi daerah destinasi wisata yang nyaman, modern dan disukai wisatawan.

Menurut data yang diperoleh Kabar Sumut dilapangan, pekerjaan paket proyek di Taman Mejuah Juah bersumber dari APBD TA 2016 terdiri dari beberapa paket proyek seperti rehab kamar mandi, pengadaan lampu taman, pembuatan atap panggung Open Stage, Pembuatan Gapura dan Pos PPR keluar masuk, renovasi taman patung Jamin Ginting, pembuatan sumut bor, junggle treck, dan penataan lainnya.Namun hingga kini pembuatan Gapura dan Pos PPR belum selesai, kemudian pembuatan kamar mandi yang baru hingga saat ini belum juga tuntas. Parahnya lagi, kamar mandi yang lama dan saat direhab bukan malah membuat kamar mandi tersebut belum berfungsi dengan baik. Kloset dan pintu kamar mandi yang sudah rusak tidak diganti.

Di lain tempat terdapat pemasangan lampu taman yang tidak sesuai dengan  cara kerjanya. Lampu taman yang ditempatkan di  Taman Mejuah Juah dibuat dengan energi listik yang bersumber dari tata surya. Namun posisi dari panel penangkap energi tata surya ditempatkan dibawah pohon sehingga tidak mendapat cahaya matahari dengan baik.

 “Bagaimana mungkin lampu ini  dapat berfungsi sementara panel tata surya nya tidak mendapat cahaya matahari,” kata sekretaris DPD LSM Gempita Tanah Karo Hamdani Minggu (22/1) dengan berang.

Lanjutnya,anggaran yang berasal dari APBD 2016 untuk pengadaan kamar mandi yang baru adalah pemborosan anggaran, seharusnya kamar mandi yang lama masih bisa di renovasi karena kondisinya masih baik. “Yang direhab saja belum rampung, dan belum dapat difungsikan, benar benar pemborosan anggaran saja” katanya.

Sementara Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Karo yang baru menjabat beberapa minggu, Mulia Barus menyarankan untuk berkomunikasi dengan PPK nya. Dirinya mengaku masih baru menjabat sebagai Kadisbudpar, namun hal ini akan ditindaklanjutinya.

Ketika di mintai keterangan Pejabat Pembuat Komitmen di Disbudpar Karo Toto tidak berkomentar, ia hanya diam dan terkesan menghindar.

  • ROBINSON PURBA
Ke Atas