Hukum

Warga Sukanalu Kecamatan Namanteran Pertanyakan Ijazah Kepala Desa

Ilustrasi

TANAH KARO | KABAR SUMUT

Puluhan warga Desa Sukanalu Kecamatan Namanteran Kabupaten Karo mempertanyakan ijazah Sekolah Dasar (SD) dan SMP diduga palsu yang dimiliki kepada desanya Sentosa Sitepu Selasa (24/01).

Kepada Kabar Sumut Perwakilan warga Desa Sukanalu yakni Perhatian Sitepu, Ngampeken Sitepu, Indra Ginting, Biasa Tarigan dan rekan mengatakan bahwa ijazah yang dimiliki kepala desanya adalah palsu namun tetap diikut sertakan dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Oktober yang lalu.

Dikatakan palsu sebab yang bersangkutan tidak pernah tamat di SD Sigarang garang tempat ia pernah menimba ilmu. “Dia (kepdes) pernah sekolah disana, namun tidak pernah tamat,” ungkap perwakilan warga.

Akan tetapi demi mengikuti pesta demokrasi desa, ia diduga memalsukan ijazahnya supaya tetap dapat mengikuti proses Pilkades tersebut dan akhirnya menang. Parahnya lagi, surat keterangan hilang ijasah yang dikeluarkan Kepala Sekolah SD 043950 Drs Syarifudin dijadikan sebagai Surat Keterangan Pengganti Ijasah di kontesasi Pilkades dan ditandatangani mantan Kadisdik Karo Saroha Ginting.

Kemudian dalam ijazah STTB SMP a.n Sentosa Sitepu dari Yayasan Perguruan SMP Swasta Surtini Medan ditemukan banyak kejanggalan dimana tidak jelas tanggal legalisirnya. Bahkan tanggal lahir di STTB tersebut tanggal 9 Juli 1970 sementara sesuai kutipan Akte Lahir yang bersangkutan  lahir pada 7 September 1970. Dan banyak lagi kejanggalan yang dituturkan perwakilan warga tersebut sehingga mereka berniat melaporkan hal tersebut kepada pihak yang berwajib dengan dugaan pemalsuan ijasah. “Ini tindak pidana, harus diusut tuntas, selain tindak pidana, akibat ijazah palsu ini kita nyatakan bahwa Pilkades Sukanalu kecamatan namanteran cacat hukum,” kata mereka.

Ditempat terpisah mantan Kadisdik Karo yang kini dimutasi menjadi Kadis Kearsipan dan Perpustakan Saroha Ginting ketika dikonfirmasi SIB mengatakan pihaknya kebobolan dan menuding bahwa Kepala Sekolah SD Sigarang garang yang salah telah mengeluarkan Surat Keterangan Ijazah hilang dijadikan sebagai Surat Keterangan Pengganti Ijasah. “Kepala suratnya kan Surat Keterangan Hilang Ijasah, makanya saya tandatangani, lagian itu kan sudah di disposisi mulai dari tingkat Kepala Seksi dan Kepala Bidang. Kepala Sekolah lah harus bertanggung jawab,” ujarnya.

Sementara Kepala Sekolah SD Sigarang garang Drs Syarifudin yang dihubungi  mengatakan dirinya mengeluarkan Surat Keterangan Hilang Ijazah berdasarkan surat hilang yang dibawa yang bersangkutan dari Kepolisian. Dalam surat itu menerangkan bahwa Santosa Sitepu hanya pernah sekolah di SD Sigarang garang dengan nomor induk 341. Namun ijasah dan nomor induk tidak terdaftar di buku induk sekolah tersebut. Ketika ditanya apa alasan dan dasarnya mengeluarkan surat keterangan hilang ijasah tersebut, ia mengatakan berdasarkan pengakuan yang bersangkutan saja.

  • ROBINSON PURBA
Ke Atas