KARO

Pemkab Karo Diminta Fokus Tangani Pusat Pasar Kabanjahe

print

Pusat Pasar Kabanjahe, Selasa (18/4). KABAR SUMUT/robinson purba.

TANAH KARO | KABAR SUMUT

Pusat Pasar kabanjahe yang semerawut menimbulkan keresahan di masyarakat, selama 9 tahun berdirinya Tempat Penampungan Sementara (TPS) di badan jalan, masyarakat tidak bisa lagi memanfaatkan jalan tersebut secara maksimal.

Langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemkab Karo untuk mengatasi kesemrawutan Pusat Pasar dan Pusat Kota Kabanjahe dengan memindahkan Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang berada di Jln. Letnan Abdul Kadir dan Jl. Letnan Mumah Purba ke kabanjahe Plaza milik swasta bukan merupakan solusi yang tepat untuk menyelesaikan persoalan, namun kedepannya akan menimbulkan masalah baru.

Pasalnya, pedagang yang sudah menempati TPS adalah korban kebakaran Pusat Pasar lantai 1 dan lantai 2 pada Desember 2008 lalu dan telah memiliki hak sewa kios yang diterbitkan oleh Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Karo masih belum mendapatkan kios dari Pemerintah sebagai pengganti kiosnya yang sudah terbakar.

Sementara, Sekretaris Persatuan Pedagang Pusat Pasar Kabanjahe (P4K) Lloyd Reynold Ginting,SP ketika di hubungi Selasa (18/4) mengatakan, untuk TPS yang telah dibangun dengan uang negara dan akan dibongkar tentunya akan menimbulkan persoalan hukum, karena pedagang yang akan di pindahkan ke Gedung milik swasta tersebut dan telah memiliki Kartu Hak Sewa pedagang, sudah tidak memiliki objeknya lagi.

Lanjutnya, disamping persoalan hukum, dana yang akan digunakan untuk pemindahan pedagang TPS tersebut juga dapat berpotensi menimbulkan masalah, karena dana yang sudah ditampung di dalam APBD Tahun 2017 sebesar 1,3 Milyard yang seharusnya digunakan untuk pembangunan TPS yang baru di lokasi lain, digunakan untuk membayar sewa kios-kios yang ada di Gedung Kabanjahe Plaza selama 1 tahun.

“Apakah regulasi penggunaan anggaran ini dapat dipertanggung jawabkan secara hukum?”, ujar Ginting.

Rencana pemindahan pedagang yang ada di TPS ke Kabanjahe Plaza lantai 2 sangat rentan dan akibatnya pedagang-pedagang akan kembali berdagang di kali lima dan di trotoar seputaran pusat pasar kabanjahe, sebab jenis dagangan yang ada di TPS tersebut sebagian besar adalah pedagang pakaian bekas (loak) dan sudah pasti akan kalah saing dengan pedagang loak yang tidak terkena bencana kebakaran pada Tahun 2008 yang lalu, ungkap ginting.

Harapannya,sebaiknya Pemkab Karo diminta fokus dalam merencanakan pembangunan atau Revitalisasi Pusat Pasar Kabanjahe secara keseluruhan supaya dapat menyelesaikan persoalan semrawutnya Pasar dan Kota kabanjahe  dan tidak melakukan langkah-langkah yang bersifat sementara untuk menunjukkan bahwa Pemkab Karo sudah bekerja.

  • ROBINSON PURBA
Ke Atas