PRO-DESA

Rumah Bordil Berkedok Oukup Marak Di Karo

Kakan Satpol PP : Segera Akan Di Tertibkan

OUKUP : Salah satu tempat Oukup yang berada di Jalan Udara Berastagi.KABAR SUMUT/robinson purba

TANAH KARO | KABAR SUMUT

Oukup atau mandi uap dengan ramuan rempah-rempah, telah di kenal masyarakat suku Karo sejak ratusan tahun silam, sebagai salah satu terapi untuk pengobatan berbagai macam penyakit, seperti penyakit gula darah, rheumatik, asam urat, alergi dan sesak nafas.

Oukup dan pijat yang dikenal dengan sebutan massage ternyata sulit untuk dipisahkan, terbukti dengan ketatnya perhatian terhadap oukup atau panti pijat berbumbu plus-plus, perlahan usaha yang konon dari segi kesehatan bermanfaat melemaskan otot tubuh redup (kolaps), menjadi meluas.

Masyarakat Tanah Karo di berbagai Kecamatan sudah sanggat resah dengan keberadaan sejumlah oukup yang terindikasi sangat kuat menyediakan pekerja Seks Komersial (PSK)  yang tersebar  di beberapa Kecamatan, seperti Kecamatan Berastagi, Kabanjahe, Tiga panah dan lainya.

Amatan Kabar Sumut, rumah bordil yang berkedok oukup sangat jelas keberadaanya, bahkan ada yang beroperasi di samping Rumah Ibadah, seperti Mesjid dan Gereja, misalnya saja Wisma/Oukup Dieng yang berada di Jalan Udara, Kelurahaan Gundaling II (dua) Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo yang jaraknya hanya sekitar lima meter dari Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Resort Berastagi dan tepat di Depan Gereja Bethel Indonesia (GBI).

Selain itu, keberadaan Oukup La salah Guna, Oukup Ayu, beralamat di jalan Jamin Ginting, desa Raya,Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo, yang berdekatan dengan mesjid juga menambah deretan keberadaan oukup yang di duga berbumbu plus-plus. Keresahaan masyarakat semakin bertambah di saat mengetahui bahwa jumlah penderita penyakit HIV/AIDS semakin meningkat di Kabupaten Karo.

Salah seorang warga Jalan Udara Berastagi, berinisial UG (39), heran dengan keberadaan sejumlah oukup di Kabupaten Karo yang bisa beroperasi sudah sangat lama tanpa adanya tindakan dari dinas terkait, ” lokasinya sangat dekat dengan gereja dan di jalan lintas, tapi kenapa ya semua lancar aja? Atau memang sudah ada kerja sama dengan dinas terkait, sehinga semua aman-aman saja” tanya UG.

Hal senada juga di ungkapkan E.Karo karo (EK) (49) warga Desa Raya, Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo, menurut EK sangat mustahil jika dinas  terkait tidak mengetahu hal tersebut, ” saya sebagai warga malu, kenapa oukup banyak disekitar desa Raya dan posisinya dekat mesjid lagi,  apa lagi jika lewat dengan saudara, kami terpaksa memalingkan muka, malu kami” ungkap Karo-Karo.

Saat di konfirmasi, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Kantor (Kakan) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karo Parlindungan Karo-Karo mengatakan,”kami akan periksa terkait ijinnya, apabila tempat usaha tersebut menyalahi dari ijin maka segera akan kami tertibkan,”tegasnya.

  • ROBINSON PURBA
Ke Atas