Hukum

Minta Batalkan Putusan PN Kabanjahe

Warga Tanjung Beringin

Unjuk rasa : Warga tanjung beringin unjuk rasa di PN Kabanjahe, Senin (7/08). KABAR SUMUT/robinsonpurba

TANAH KARO | KABAR SUMUT

Ratusan warga desa Tanjung Beringin,Kecamatan Munte Kabupaten Karo lakukan aksi unjuk rasa ke Pengadilan Negeri (PN) Kabanjahe,Senin (7/08) terkait penetapan eksekusi lahan pertanian seluas 100 Ha.

Amatan Kabar Sumut, ratusan warga yang terlebih dahulu ke DPRD Kabupaten Karo dan dilanjutkan ke PN Kabanjahe dengan mengendarai truk cold diesel, mobil Eltor pickup, bus angkutan umum dan sepeda motor di pimpin langsung kepala desa Tanjung Beringin.

Warga Tanjung Beringin melalui kordinator lapangan Agustatius Ginting mengatakan, tidak mengakui keputusan yang telah di tetapkan oleh Ketua PN Kabanjahe karena ada kerancuan terkait hasil putusan tersebut.

Berdasarkan musyawarah masyarakat desa Tanjung Beringin pasa Rabu, 26/07/2017 di losd desa Tanjung Beringin atas Putusan PN Kabanjahe No.33/Pdt.G/2011/PN.KBJ atas lahan pertanian yang terletak di desa Tanjung Beringin Kecamatan Munte yang di kenal dengan nama biak magari, paya leoh,sarigen-gen, kerangen great dengan luas lebih kurang 100 Ha,warga meminta penolakan/pembatalan.

Adapun alasan warga untuk meminta pembatalan dan penolakan hasil Putusan PN Kabanjahe tersebut adalah :

  1. Tergugat 4 kali terpanggil ke PN Kabanjahe dan di hadiri tetapi tidak pernah terjadi sidang dampai keluar putusan tersebut.
  2. Tergugat di dalam putusan tersebut 11 orang yang terdiri dari 6 orang masyarakat desa Tanjung Beringin dan 5 orang masyarakat desa Munte, 1 orang diantaranya tidak mempunyai lahan di lokasi objek perkara, sedangkan 2 orang diantaranya tidak di kenal, 3 orang hanya memiliki lahan dengan luas lebih kurang 5 Ha.
  3. Berdasarkan batas-batas di dalam putusan PN Kabanjahe No.33/Pdt.G/2011/PN.KBJ lokasi perkara tidak di temukan.
  4. Bahwa pada hari Kamis, 23/03/2017 diadakan peninjauan batas-batas lokasi perkara yang di hadiri mewakili masyarakat desa Tanjung Beringin Morina Br Tarigan, Babo Tarigan dan kuasa hukum penggungat Aslia Rubianto Sembiring serta di hadiri  Muspika Kecamatan Munte, Polres Karo serta juru sita Pengadilan Negeri Kabanjahe, batas-batas perkara tersebut tidak ada kesesuaian dengan Putusan PN serta luas yang di tunjuk penggugat lebih kurang 40 Ha.
  5. Bahwa berdasarkan penunjukan batas-batas perkara oleh penggugat yang terpanggil yang memiliki lahan di lokasi tersebut hanya 6 orang, sedangkan yang berada di lokasi ada 29 orang, yang tidak pernah di panggil 23 orang tetapi lahannya ikut di putuskan untuk di eksekusi.

Hal senada juga dikatakan Kepala desa Tanjung Beringin Sajali Perangin-angin, kami sudah bertemu dengan ketua Pengadilan Negeri Kabajahe, tetapi tidak membuahkan hasil.

“putusan PN Kabanjahe yang kami pegang No.10/Pdt.G/2011/PN.KBJ, sedangkan surat keputusan yang di tunjukkan oleh Ketua PN Kabanjahe No.33/Pdt.G/2011/PN.KBJ dan setelah di pertanyakan ketua PN Kabanjahe mengatakan salah ketik”, ujar Perangin-angin.

Dalam menjawab pernyataan warga, Ketua PN kabanjahe Abdul Hadi Nasution melalui Efendy Sinukaban yang di dampingi anggota DPRD Karo Ingan Amin Barus, Moni Sembiring Pandia, Abdi Sembiring depari,  mengatakan, Kalau masyarakat keberatan, silahkan adukan ke bagian hukum atau ke hukum yang lebih tinggi karena kami tidak dapat membatalkan putusan ini”,jelasnya.

“Kita sudah mendengar keluhan dan akan memfasilitasi hal tersebut ke pihak PN Kabanjahe agar dapat informasi lebih jelas sesuai keputusan yang sudah mereka deluarkan, selaku DPRD, kami tidak bisa mengintervensi keputusan hukum dan kami disini hadir untuk mendampingi warga”, ungkap Efendy Sinukaban.

Ketika di konfirmasi, Ketua PN Kabanjahe menghindar  dan mengarahkan ke humas,”saya sibuk, jadi tanyakan saja langsung  ke humas,” kata Abdul.

Humas PN Kabanjahe, Arif Harahap pun terkesan buang badan terkait permassalahan ini.

  • ROBINSON PURBA
Ke Atas