KARO

Pasca Erupsi Sinabung, Ketua PKK Karo Bagikan Masker di Desa Cimbang

Ketua TP PKK Kabupaten Karo Ny. Sariati Terkelin Brahmana membagikan masker kepada warga di Desa Cimbang. KABAR SUMUT/Ist

print
PAYUNG | KABAR SUMUT

Sehari pasca terjadinya erupsi dahsyat Gunung Sinabung, Ketua TP PKK Kabupaten Karo Ny. Sariati Terkelin Brahmana melaksanakan aksi sosial ke salah satu desa yang terkena dampak parah di Desa Cimbang, Kecamatan Payung, Selasa (20/2/2018) pagi.

Dalam kegiatan ini, Sariati didampingi oleh anggota PKK Kabupaten Karo Janaria Kembaren, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo drg. Irna Safrina Sembiring Meliala M.Kes beserta rombongan lainnya.

Sariati yang saat itu baru tiba dari Jakarta, langsung membagi-bagikan masker kepada warga. Ia merasa sangat prihatin dengan kondisi warga di desa tersebut akibat tebalnya debu vulkanik yang menutupi desa. Ia juga menyempatkan diri untuk berdiskusi bersama warga.

Dalam diskusi tersebut, Sariati mempertanyakan soal tanaman kopi milik warga desa yang sebagian besar telah ditutupi debu vulkanik. Ia khawatir, tanaman kopi tersebut akan mati dan akan berdampak pada pengolahannya nantinya.

“Disini kami ingin mendengar langsung keluhan warga pasca terjadinya erupsi kemarin. Kita akan menampung aspirasi masyarakat desa untuk nantinya akan diteruskan ke Pemkab Karo. Saya sangat berharap ada solusi untuk membantu masyarakat di desa ini,” tutur Sariati.

Lebih lanjut, Sariati juga meminta warga untuk tidak memasuki kawasan zona merah di sekitar Gunung Sinabung. “Jangan pernah memasuki kawasan zona merah. Ini sangat berbahaya bagi keselamatan jiwa. Aktivitas gunung masih tinggi, tolong waspada dan hati-hati,” tutupnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data sementara dari BPBD Karo, empat kecamatan di Karo saat ini diselimuti debu vulkanik pasca terjadinya erupsi. Keempat kecamatan tersebut diantaranya, Kecamatan Simpang Empat, Kecamatan Namanteran, Kecamatan Payung dan Kecamatan Tiganderket.

Sementara, informasi yang diperoleh, Desa Kutarayat di Kecamatan Namanteran terkena dampak yang cukup parah akibat diguyur hujan batu sebesar buah kemiri. Meski demikian, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa maupun kerusakan parah rumah warga.

  • REL

 

Ke Atas