KARO

Bupati Karo dan Imigrasi Sepakat Awasi WNA di Karo

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH saat berbincang dengan panitia pengukuhan Tim Pora Kecamatan dari Perwakilan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus. KABAR SUMUT/Ist
print

TANAH KARO – KABAR SUMUT

Perwakilan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan menggelar pertemuan dengan Bupati Karo Terkelin Brahmana SH di ruang rapat lobby kantor Bupati Karo, Jumat (4/5/2018). Pertemuan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam pengawasan dan penindakan orang asing.

Menurut perwakilan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan, Robert Tobing didampingi Harapenta Ginting, Alfred Napitupulu dan Reynaldy Saragih, Kabupaten Karo adalah daerah wisata yang sering dan ramai dikunjungi Warga Negara Asing (WNA). Untuk itu, perlu dilakukan pengawasan.

“Pemberian ijin masuk dan tinggal bagi WNA, baik berkunjung, bekerja dan menetap di Indonesia adalah tugas imigrasi. Meski demikian, dibutuhkan bantuan masyarakat untuk memberikan informasi mengenai keberadaan dan aktivitas orang asing, khususnya di kecamatan,” jelas Robert.

Hal ini, kata dia, untuk mengantisipasi adanya pelanggaran dan penyalahgunaan ijin tinggal. “Kepedulian dan kerjasama masyarakat dan instansi terkait di Karo sangat dibutuhkan untuk memberikan informasi tentang keberadaan orang asing, khususnya di kecamatan. Semua ini harus ada payung hukumnya,” tuturnya.

Oleh karena itu, ia menyampaikan pihaknya akan membuat Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepakatan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo dalam pembentukan dan pengukuhan Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora).

“Jika Pemkab Karo berkenan untuk menandatangani MoU tersebut, maka kami berencana mengundang Bupati Karo pada pengukuhan Tim Pora Kecamatan yang digelar di Hotel Grand Aston Medan, Selasa (8/5/2018) mendatang. Ini harapan kami selaku panitia dari Kantor Imigrasi Medan,” tutupnya.

Sementara, Bupati Karo Terkelin Brahmana SH sangat menyambut baik rencana panitia Keimigrasian Kelas I Khusus Medan dalam rencana menjalin kerjasama dalam penandatangan MoU yang sudah dijadwalkan panitia.

Menurutnya, pembentukan Tim Pora ini sangat penting. Sesuai yang dikatakan panitia Tim Pora saat audensi, awalnya para WNA itu datang ke Karo untuk berwisata. Akan tetapi, wisatawan kemungkinan bisa saja berubah pikiran yang justru tinggal di Karo.

“Hal inilah yang ingin diantisipasi pantia Tim Pora, tujuannya agar WNA dapat terus diawasi oleh Imigrasi. Memang pekerjaan ini tidak mudah, hal ini dapat tercapai jika diperkuat dengan adanya MoU tersebut. Dibutuhkan banyak elemen terkait yang terdiri tidak hanya dari elemen imigrasi saja, tetapi juga pihak terkait, termasuk masyarakat sendiri,” tutup Terkelin.

  • FERRI
Ke Atas