KARO

Libur Idul Fitri, Bupati Karo Uji Nyali di Arung Jeram

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH saat mengikuti olahraga arung jeram sungai Lau Biang di Desa Perbesi. KABAR SUMUT/Ist

print
TANAH KARO – KABAR SUMUT

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH mengaku wisata Arung Jeram dan potensi olahraganya di Kabupaten Karo memang sudah sangat layak dikembangkan. Apalagi dirinya tidak menyangka, begitu luar biasanya keindahan alam di sepanjang 7 Km perjalanan arung jeram.

Rintangan dilewati cukup ekstrem dan menantang. Olahraga arung jeram yang dikenal menguji nyali dan adrenalin ini juga menguji kekompakan dan kerja sama para pengarung.

“Keseruan dan kemeriahan arung jeram sepanjang sungai Lau Biang di Desa Perbesi Kecamatan Tigabinanga cukup fantastis,” ujar Terkelin yang baru pertama kali mengikuti arung jeram memanfaatkan libur Idul Fitri 1439 H, hari kedua, Sabtu (16/6/2018) kemarin.

Disampaikan, semua peserta merasa puas dengan petualangan dan keseruan dirasakan. Bukan hanya tantangan yang dirasakan saat di atas air, tetapi pemandangan sekeliling sungai yang diapit tebing curam dan cadas serta hamparan sawah yang indah.

“Fantastis, seru sekali, ditambah pemandangan sekeliling yang indah, suasana desa masih sangat alami. Ada kepuasan tersendiri bisa menaklukkan derasnya sungai Lau Biang. Saya puas dan semua peserta juga terlihat bahagia. Olahraga ini sangat bagus dikembangkan dan dijadikan daya tarik objek wisata baru di Karo,” tuturnya.

Ia meminta, dengan adanya potensi wisata berupa arung jeram ini, agar dapat dikembangkan dan dikenal masyarakat luas khususnya pecinta olahraga menantang ini harus terus dipromosikan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo maupun elemen masyarakat.

“Kepala desa agar membuatkan BUMDes, sebagai pengelola arung jeram tersebut. Nah, dengan keberadaan BUMDes maka pengelolaan arung jeram, akan lebih baik dan terarah, sehingga hasilnya untuk masyarakat mendongkrak perekonomian. Tidak tertutup kemungkinan turis mancanegara bisa datang ke Desa Perbesi untuk menikmati permainan arung jeram ini,” harapnya.

Terkelin mengaku sangat senang dapat mengarungi arung jeram ini di atas perahu karet dengan penumpang 8 orang. “Sungguh luar biasa tantangan kami hadapi tadi di sungai aliran Lau Biang sepanjang 7 Km, dengan waktu tempuh hampir 1,5 jam sampai di finish yang telah ditentukan tim pemandu,” tutupnya.

Menanggapi arahan Bupati Karo, Camat Tiga Binanga Membela Tarigan menjelaskan kedepannya akan berkoordinasi dengan kepala desa Perbesi dan masyarakat sekitar agar desa tersebut membuatkan BUMDes, untuk pengelolaan olahraga arung jeram tersebut dan dipromosikan.

  • FERRI
Ke Atas