KARO

Bupati Karo Ikut Padamkan Kebakaran di Perbukitan Tongging

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH didampingi Kepala Bappeda Karo Ir. Nasib Sianturi M.Si, Camat Merek Tomi Sidabutar ikut langsung memadamkan kobaran api di perbukitan wilayah Tongging. KABAR SUMUT/Ist

print
TANAH KARO – KABAR SUMUT

Kebakaran hutan yang melanda perbukitan Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, semakin meluas. Kebakaran terjadi sejak Sabtu (4/8/2018) hingga Kamis (9/8/2018). Hingga kini, api belum berhasil dipadamkan dan telah menghanguskan sekitar 50 Hektar (Ha) areal hutan.

Kamis (9/8/2018), Bupati Karo Terkelin Brahmana SH tiba dilokasi untuk meninjau kebakaran tersebut. Tiba di lokasi bersama Ketua TP PKK Karo Ny. Sariati Terkelin Brahmana, Kepala Bappeda Ir. Nasib Sianturi M.Si dan Camat Merek Tomi Sidabutar, Terkelin langsung bergabung dengan tim damkar dan ikut memadamkan kobaran api.

Berdasarkan amatan KABAR SUMUT, beberapa unit mobil pemadam Pemkab Karo dan Dinas Kehutanan tidak henti-hentinya terus berjuang berupaya memadamkan kobaran api. Tak hanya itu, beberapa personel gabungan dari TNI/Polri juga diturunkan untuk membantu memadamkan api.

Menurut Terkelin, medan yang berbukit dan terjal, menyulitkan tim damkar untuk bergerak. “Kita kesulitan menuju ke lokasi, karena sangat terjal. Letak hutan yang berada di perbukitan, membuat intensitas angin cukup kencang. Api cepat menyebar dan sulit dipadamkan dan merambat menghanguskan semak belukar ditumbuhi pohon pinus hingga ke puncak bukit,” jelasnya.

Meski demikian, Terkelin tetap meminta agar pemadaman terus dilakukan. Setelah dipetakan lokasi kebakaran, strategi pemadaman harus dilakukan dengan cara melakukan pemotongan jalur api. Sehingga kebakaran tidak semakin meluas, sekaligus dapat menyelamatkan lahan-lahan pertanian warga.

Kedepannya, kata dia, pihaknya akan membuat perencanaan dengan dinas kehutanan, TNI/Polri dan instansi terkait, mengingat masalah kebakaran hutan di seputaran Tongging adalah masalah klasik setiap musim kemarau di bulan Agustus-September sehingga kedepannya masalah seperti ini tidak terjadi lagi.

“Perlu dibuat perencanaan khusus untuk mencegah terjadinya masalah seperti ini agar tidak terjadi lagi. Paradigma lama masyarakat lokal juga perlu diubah, tradisi adanya keyakinan bahwa dengan adanya kebakaran akan mendatangkan hujan. Masyarakat diharapkan menyadari dampak kebakaran dan ikut mencegah,” harapnya.

Sementara, salah seorang warga setempat, Robby Purba menyebut, sumber api berawal dari daerah perbatasan Tongging dan Kodon-Kodon dan terus merambat ke arah Taman Simalem Resort dan selanjutnya merambat ke arah air terjun Sipiso-piso.

“Ini persoalan klasik yang selalu berulang setiap tahun. Pemkab Karo melalui BPBD dan Dinas PUPR maupun instansi terkait lainnya perlu melakukan langkah-langkah dini mencegah terjadinya kebakaran. Disamping itu, masyarakat juga harus sadar akan dampak kebakaran,” harapnya.

  • FERRI
Ke Atas