KARO

Menteri Bappenas Dukung Konsep Pengembangan Agropolitan Danau Toba

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH didampingi Rektor DEL Prof. Togar Simatupang dan R.E Nainggolan beserta sejumlah kepala daerah se KSPN Danau Toba tampak serius mendengarkan pemaparan Menteri Bappenas, Bambang Brodjonegoro. KABAR SUMUT/Ist

print
JAKARTA – KABAR SUMUT

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Bambang Brodjonegoro mendukung konsep Rencana Implementasi Master Plan Pengembangan Agropolitan di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba yang melibatkan delapan kabupaten yang berada sekitar Danau Toba, yakni Kabupaten Karo, Simalungun, Toba Samosir (Tobasa), Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan (Humbahas), Dairi, Pakpak Bharat dan Kabupaten Samosir.

Strategi pengembangan kawasan agropolitan melalui One Place One Product (OPOP). Konsep pengembangan harus mampu membangun dan mengembangkan mulai dari industri perbenihan sampai industri pengolahan, dan diharapkan daerah seputaran Danau Toba bisa membuat tiga komoditi skala perioritas dan bagaimana pengembangan jaringan kerja sama antar daerah pengelolaan kawasan agropolitan.

Masterplan pengembangan agropolitan Danau Toba tidak hanya mengandalkan danau sebagai objek wisata tetapi bagaimana mengembangkan lahan pertanian secara modern supaya petani tidak dianaktirikan. KSPN Danau Toba terbentang di delapan kabupaten di Sumut adalah kawasan yang diprioritaskan pembangunannya.

Hal itu diungkapkan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro saat menerima audensi 7 bupati se kawasan Danau Toba terkait tindak lanjut Rencana Implementasi Master Plan Pengembangan Agropolitan di KSPN Danau Toba, Selasa (21/8/2018) di Jakarta.

Turut hadir Bupati Karo Terkelin Brahmana SH didampingi Kepala Bappeda Karo Ir. Nasib Sianturi M.Si, Rektor DEL Prof Togar Simatupang, Pembina RE Foundation R.E Nainggolan, Bupati Samosir Rapidin Simbolon, Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor, Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan, Bupati Tobasa Darwin Siagian, Sekda Pemkab Dairi, Sebastianus Tinambunan.

“Peningkatan infrastruktur dan pengembangan kawasan wilayah mendukung daya saing perekonomian, pengembangan kawasan perdesaan dan perkotaan, dengan pendekatan kewilayahan agropolitan dataran tinggi Bukit Barisan,” papar Bambang Brodjonegoro.

“Dengan fokus peningkatan daya saing produk pertanian, sehingga masterplan pengembangan agropolitan Danau Toba tidak hanya mengandalkan danau sebagai objek wisata tetapi bagaimana mengembangkan lahan pertanian secara modern supaya petani tidak dianaktirikan,” ujarnya.

Sementara Bupati Karo Terkelin Brahmana SH mengaku, jika ini bisa diwujudkan, tentu akan memberkan nilai tambahan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat delapan kabupaten se-kawasan Danau Toba.

Dampak positifnya akan menjalar ke sektor lain, seperti peningkatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan koperasi, UMKM, industri rumah tangga, agribisnis dan pengembangan pasar tradisional, terminal agribisnis dan pasar induk. Otomatis sejumlah proyek besar dari pusat akan mengalir ke Karo dan juga daerah lainnya.

“Kerjasama kolaboratif, saling bersinergi antar daerah se kawasan akan mempercepat gerak laju perekonomian masyarakat di daerah masing-masing termasuk Kabupaten Karo,” ujar Terkelin.

Sebelumnya, RE Foundation memaparkan kegiatan pengembangan agropolitan pada delapan kabupaten untuk TA 2018 hingga 2022. Pengembangan kawasan wilayah otomatis mendukung peningkatan daya saing produk pertanian dengan pendekatan kewilayahan agropolitan dataran tinggi Bukit Barisan.

Selanjutnya, didampingi Rektor DEL Prof. Togar Simatupang dan RE Nainggolan pertemuan dilanjutkan, audensi ke Menkomaritim yang diterima Deputi Bidang Koordinasi Bidang Infrastruktur Kemenko Maritim, Ridwan Djamaluddin yang pada pertemuan itu menyatakan bahwa pihaknya telah menjadikan infrastruktur sebagai program prioritas pembangunan di Indonesia.

“Infrastruktur ini diarahkan untuk percepatan dan pemerataan pembangunan antar wilayah di Indonesia sekaligus untuk memperkuat fondasi pembangunan yang berkualitas,” ujarnya.

Ridwan menjelaskan tentang peluang investasi bagi investor semakin terbuka lebar dengan adanya pengembangan agropolitan di KSPN Danau Toba. “Pemerintah saat ini mempunyai semangat pembangunan yang bernafas Indonesia sentris,” tutupnya.

  • FERRI
Ke Atas