KARO

Bupati Karo : Jelang Natal, Jalan Kabanjahe – Medan Km 60 Harus Bebas Banjir

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH saat meninjau Jalan Nasional di Km 60 Kabanjahe - Berastagi yang kerap terjadi banjir setiap kali hujan mengguyur. KABAR SUMUT/Ist

print
TANAH KARO – KABAR SUMUT

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH mendesak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah 03 Sumut untuk serius menangani pengorekan parit di Jalan Djamin Ginting, tepatnya di Km 60 jalan Kabanjahe – Medan, Desa Raya, Kecamatan Berastagi.

Hal ini dinilai urgen, mengingat rutinitas banjir yang terjadi di kawasan ini terutama di depan kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karo. Ini tentunya menjadi keluhan. Dimana setiap hujan, badan jalan selalu tergenang setinggi lutut orang dewasa dan sudah lama menjadi sorotan berbagai elemen masyarakat.

“Parit harus dikorek lebih dalam lagi, karena di sekitar kantor BPS paritnya lebih tinggi dari parit di depan Hotel Suite Pakar,” jelas Terkelin saat meninjau langsung pengorekan parit secara manual di Jalan Djamin Ginting Km 60 Kabanjahe – Berastagi, Senin (26/11/2018).

Menurutnya, pengorekan parit untuk lebih dalam baiknya dilakukan menggunakan alat berat. Hal ini dimaksudkan agar pengerjaannya lebih cepat. “Jadi, jika pengorekan dilakukan lebih dalam lagi, kedepannya air tidak akan lagi membanjiri kawasan Hotel Suite Pakar jika hujan deras mengguyur,” ungkapnya.

Disampaikan, guna memperlancar pengorekan parit tersebut, pihaknya bersedia meminjamkan alat berat melalui Dinas PUPR. “Kita sudah berulang kali berkoordinasi dengan pihak BBPJN terkait penanganan banjir di kawasan itu. Akan tetapi, sampai saat ini hasilnya belum maksimal,” ungkapnya.

Oleh karena itu, ia mengharapkan agar kawasan tersebut secara khusus harus terbebas dari banjir terlebih menjelang penghujung tahun menyambut Natal dan Tahun Baru. “Dulu saat Simon Ginting ditugaskan BBPJN sebagai PPK jalan nasional itu, kawasan ini tidak pernah banjir. Sekarang malah sebaliknya, dimana salahnya?,” tutup Terkelin.

Menyahuti pernyataan Bupati Karo, Pengawas Pekerjaan Pemeliharaan Drainase Jalan Nasional BBPJN, Rudi Tambunan menyatakan pihaknya siap mengerjakan pengorekan parit tersebut dengan menggunakan alat berat. Meski demikian, hal itu harus ia laporkan terlebih dahulu kepada atasannya.

“Penggunaan alat berat itu pasti terlaksana. Banjir di kawasan ini sudah menjadi permasalah lama. Mudah – mudahan banjir yang kerap terjadi di kawasan ini segera teratasi dalam satu minggu ini. Paling tidak, saat habis kontrak tanggal 15 Desember mendatang, sudah ada solusinya,” kata Rudi.

Sementara, dua orang warga setempat, Lopiga Ketaren dan Dison Girsang mengharapkan agar pihak BBPJN segera mengambil langkah serius penanganan banjir tersebut. Menurutnya, banjir tersebut sangat mengganggu aktivitas mereka. Bahkan, kondisi itu kerap membuat mereka tidak bisa keluar rumah.

“Misalkan ada limbah atau sampah penyebab parit tersumbat, kami bersedia menyiapkan lahan untuk dijadikan tempat pembuangan sampah parit. Jika memang dibutuhkan, silahkan gunakan lahan milik saya yang berada di pinggir jalan,” ujar Dison Girsang.

Dalam kesempatan ini, Bupati Karo didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karo Ir. Paten Poerba, Kepala Bappeda Karo Ir. Nasib Sianturi M.Si dan anggota DPRD Karo Thomas Joverson Ginting.

  • FERRI
Ke Atas