KARO

Ditinjau Bupati, Kawasan ini akan Jadi Objek Wisata Baru di Karo

Keterangan Gambar : Bupati Karo Terkelin Brahmana SH bersama jajarannya dan Kepala Desa Kutambaru Benyamin Sembiring saat meninjau lokasi objek wisata baru Pelangkah Gading. KABAR SUMUT/Ist

print
TANAH KARO – KABAR SUMUT

Pelangkah Gading. Mungkin nama ini masih asing bagi sebagian besar masyarakat Karo. Ya, ternyata Pelangkah Gading adalah sebuah kawasan di Desa Kutambaru, Kecamatan Munte, Kabupaten Karo. Rencananya, kawasan ini akan dijadikan sebagai lokasi objek wisata oleh pemerintah desa setempat.

Dalam upaya mempromosikan lokasi tersebut, Kepala Desa Kutambaru Benyamin Sembiring mengundang Pemkab Karo untuk meninjau kawasan Pelangkah Gading. Ia bersama warga desa mengharapkan uluran tangan Pemkab Karo untuk dapat melakukan penataan lokasi wisata baru itu.

Hal tersebut disampaikan oleh Benyamin Sembiring saat menyambut kehadiran rombongan Bupati Karo bersama Asisten I Pemerintahan Drs. Suang Karo-Karo, Kepala Bappeda Ir. Nasib Sianturi M.Si, Kepala Dinas PMD Abel Tarawai Tarigan, Kepala Dinas Pertanian Sarjana Purba dan Kepala Dinas Peternakan Metehsa Purba di Desa Kutambaru, Senin (4/3/2019).

Menurutnya, kawasan Pelangkah Gading merupakan aset Desa Kutambaru yang memiliki luas 42 Hektar (Ha). Akses jalan masuk dari Desa Kutambaru ke lokasi ini dapat ditempuh sejauh 2,5 Km. Untuk lebar akses jalan, sudah dihibahkan oleh masyarakat selebar 10 meter.

“Kondisi jalur akses jalan ke dalam masih tanah dan berbatuan dan belum diaspal. Jika ingin naik keatas puncak Pelangkah Gading, kendaraan yang diutamakan adalah double cabin, apalagi saat hujan turun. Inilah kendala bagi kendaraan biasa yang hendak ke lokasi,” tuturnya kepada Bupati Karo.

Rencana kedepan, lanjutnya, pihaknya sudah mengagendakan pemanfaatan lahan seluas 1 Ha untuk ditanami bunga berwarna-warni dan akan menggunakan Dana Desa (DD) Kutambaru tahun 2019. Seluruh upaya ini dimaksudkan agar Desa Kutambaru dapat menjadi desa agro wisata.

“Kita akan terus mengembangkan lokasi ini step by step (tahap demi tahap). Di lokasi Pelangkah Gading ini juga rencananya akan kita bangun arena offroad mobil, sepeda motor dan lintas sepeda. Disamping itu, juga akan dibangun homestay dan fasilitas umum terutama toilet,” paparnya.

Menyahuti paparan tersebut, Bupati Karo Terkelin Brahmana SH mengungkapkan, Pemkab Karo sangat mendukung rencana pembukaan objek wisata Pelangkah Gading ini. Ia meminta pihak Desa Kutambaru untuk membenahi apa yang harus dibenahi.

“Misalnya sepanjang akses jalan masuk yang dilalui dari simpang Desa Kutambaru ke lokasi. Segera buat surat pernyataan tidak keberatan dari masyarakat, minimal jalan tersebut dibebaskan selebar 12 meter. Hal ini untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari,” jelas Terkelin.

Ia meminta agar pihak desa jangan hanya mengandalkan DD dalam mengelola wisata Pelangkah Gading ini. “Silahkan cari investor swasta untuk ikut bergabung menanam saham, supaya pembangunan dan promosi Pelangkah Gading cepat terakses ke masyarakat luas,” katanya.

Ia juga meminta pihak desa untuk melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Hal ini dimaksudkan agar masyarakat dapat menikmati hasil wisata daerahnya melalui Usaha Kecil Menengah (UKM) yang sudah ramai  dikunjungi para wisata lokal khususnya dan mancanegara pada umumnya.

“Pemkab Karo sementara belum bisa mengucurkan dana dari APBD Karo, mengingat butuh proses dan kajian SKPD terkait nantinya. Sepanjang ada regulasi yang mengijinkan, kita siap bantu. Baik dalam Akses, Atraksi dan Amenitasi (3A) selaku penunjang desa wisata,” tutupnya.

Untuk diketahui, 3A adalah pedoman setiap penilaian sebuah event dan objek wisata, layak atau tidaknya dipromosikan dan dijual background dan view lokasinya. Faktor ini juga harus diperhatikan.

Hadir dalam kesempatan ini diantaranya, Camat Munte Edi Ginting Manik, Danramil 06/Munte Kapten Inf S. Karo Sekali, personel Polsek Munte, Sekcam Munte Eli br Perangin-angin dan Kepala Desa Barung Kersap Tobat Perangin-angin.

  • FERRI
Ke Atas