Medan, KABARSUMUT.com - Di Indonesia, sebagian besar lembaga pemerintah dan swasta belum berhasil memenuhi target mereka dalam membentuk dan menerapkan konsep pembangunan berkelanjutan dalam proyek-proyek pembangunan mereka. Sebagai akibatnya, semakin lama akan semakin berat beban biaya sosial dan ekonomi yang harus ditanggung oleh pemerintah dan pihak swasta dalam hal ini. Demikian disampaikan Ketua Ikatan Arsitek Sumut (IAI) Ahmad Delianur Nasution kepada wartawan dalam seminar "Lafarge: Solusi Konstruksi yang Efisien dan Berkelanjutan" yang diselenggarakan oleh Lafarge Cement Indonesia (LCI) di Medan Club, Kamis (27/10).
Salah satu ciri utama dari sebuah bangunan berkelanjutan, tambah Delianur, adalah kemampuannya dalam mengurangi dampak lingkungan secara signifikan. Hal ini meliputi langkah-langkah untuk mengurangi konsumsi energi dan emisi karbon, memperkecil penggunaan sumber-sumber alam seperti misal air, mengurangi sisa-sisa polutan, meningkatkan penggunaan bahan-bahan daur ulang, dan mempromosikan pilihan moda transportasi berkelanjutan seperti misal penggunaan sepeda dan transportasi publik lainnyaa. Tampil juga sebagai pemakalah jurnalis senior Arbain Rambey, Palty Hengky Anakampun (LCI), dan Paul Testard (LCI).
Pada kesempatan yang sama, Vice President CSR Communications LCI Nuke Prabandari mengatakan sebagai realisasi implementasi dari komitmennya pada pembangunan berkelanjutan, Lafarge Indonesia bekerjasama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) cabang Sumatera Utara, telah mengembangkan sebuah program yang disebut Program Rumahku. Program ini memiliki visi penyediaan akses bagi masyarakat untuk mendapatkan perumahan yang layak. Tentu saja rumah-rumah tersebut dibuat berdasarkan konsep pembangunan berkelanjutan milik Lafarge Cement Indonesia.
Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) mengidentifikasi beberapa hambatan bagi kemajuan dalam mencapai penerapan konsep pembangunan berkelanjutan di Indonesia adalah benturan tanggung jawab kebijakan diantara lembaga-lembaga pemerintah dalam menjalankan konsep pembangunan berkelanjutan dan tidak adanya pendekatan yang komprehensif untuk memantau perkembangan pelaksanaannya. Selain itu, " Minimnya pengetahuan dan keahlian yang memadai dalam konsep pembangunan berkelanjutan di kalangan pemerintah dan pihak swasta", kata Nuke.
Lafarge Indonesia merekomendasikan agar lembaga-lembaga pemerintah yang bertanggungjawab dalam penerapan konsep pembangunan berkelanjutan untuk membentuk sebuah sumber keahlian (source of expertise) yang selalu ready bagi semua pihak; mempromosikan pendekatan-pendekatan berkelanjutan dalam proyek-proyek konstruksi berskala besar, menengah, dan kecil, serta melakukan penilaian lingkungan untuk jenis-jenis proyek konstruksi yang berbeda.
Hal yang menarik juga disampaikan jurnalis senior Arbain Rambey tentang rendahnya minat jurnalis untuk meningkatkan pengetahuan tentang bangunan dari aspek berita. Arbain mencontohkan pengalamannya ketika mengamati kondisi bangunan pasca gempa di Sumatera Barat lalu. "Saya tertarik menulis bahan laporan saya dari aspek daya tahan bangunan daripada berkutat ke soal mengapa gempa harus terjadi?" kata Arbain. Intinya, jurnalis harus tampil sebagai mediator yang dapat menyebarkan pengetahuan tentang kualitas bangunan yang aman dan ramah lingkungan. Hal yang tak kalah penting, tambah Arbain, jurnalis dapat menjadi bagian dari mekanisme kontrol legalitas dan kualitas sebuah bangunan terhadap keamanan masyarakat.
IPB Deklarasikan Hari Kebangkitan; Pendidikan Pertanian![]() Bogor, KABARSUMUT.com - Menuju Swasembada Sesungguhnya. Institut Pertanian Bogor mendeklarasikan tanggal 27 April sebagai Hari Kebangkitan Pendidikan ... Baca Rabu, 2 Mei 2012 |
USU Siap Jadi Kampus Hijau; Ditanami 3.000 Bibit Pohon![]() Medan, KABARSUMUT.com - Universitas Sumatera Utara akan dijadikan kampus hijau yang ditandai dengan penanaman 3.000 bibit pohon sebagai bentuk kepedu... Baca Kamis, 12 April 2012 |
Mahasiswa IPB Siap Majukan Bangsa Melalui FFIJakarta, KABARSUMUT.com - Komunitas Intelektual Muda, Forum for Indonesia mengajak mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) memajukan wadah forum te... Baca Jumat, 30 Maret 2012 |
Honda Kembangkan Kurikulum Teknik SMK![]() Jakarta, KABARSUMUT.com - SMK Jadi Pilihan Utama. Sebagai salah satu bentuk dukungan Honda terhadap kemajuan dunia pendidikan di Tanah Air, PT Astra ... Baca Rabu, 16 Mei 2012 |
Indonesia Gandeng Thailand Kembangkan SMK![]() Jakarta, KABARSUMUT.com - School Partnership. Guna mengembangkan dan memajukan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kedua negara, Indonesia dan Thailand b... Baca Jumat, 11 Mei 2012 |
Citra Schoolympic Sambut Hardiknas 2012![]() Jakarta, KABARSUMUT.com - Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional. Citra mendorong anak muda khususnya siswa SMA dan yang sederajat untuk aktif ber... Baca Kamis, 3 Mei 2012 |
Indosat Internet Dukung Pendidikan; Peringati Hardiknas 2012![]() Surabaya, KABARSUMUT.com - Meningkatkan kualitas pendidikan khususnya melalui penggunaan teknologi informasi. Berkontribusi dalam berbagai kegiatan d... Baca Jumat, 4 Mei 2012 |
FONTERRA & CHILDFUND Kukuhkan Komitmen PAUD Indonesia![]() Jakarta, KABARSUMUT.com - Program kerjasama pengembangan komunitas yang menjembatani kesenjangan pendidikan anak usia dini di tujuh desa di IndonesiaF... Baca Jumat, 4 Mei 2012 |
Mahasiswa Padang Tanam 300 Bibit Cemara Laut Di Teluk Buo![]() Jakarta, KABARSUMUT.com - Peringati Hari Bumi, puluhan mahasiswa kelompok pecinta alam Politeknik Negeri Padang dan berbagai kampus lainnya di Padang... Baca Senin, 23 April 2012 |