Pematang Siantar, KABARSUMUT.com - Aksi mogok belajar ratusan siswa dan siswi SMK Negeri 3 Pematang Siantar, Sumatera Utara hingga hari ini terus berlanjut, mereka menuntut agar kepala sekolah mereka segera mundur dari jabatannya karena dinilai telah melakukan korupsi dengan kutipan liar di sekolah.

Ironisnya, setelah seminggu lamanya menggelar aksi mogok, kepala sekolah tidak juga bersedia meletakkan jabatannya, bahkan sebagian siswa yang melakukan aksi diintimidasi tidak akan diikutkan dalam ujian akhir Nasional dan diberikan nilai nol.
Para siswa menilai, selama ini kepala sekolah mereka kerap melakukan kutipan liar di sekolah yang dinilai telah memberatkan siswa dan orang tua siswa

misalnya saja, para siswa dibebankan uang les komputer hingga 300 ribu rupiah, sementara saat mendirikan bangunan baru di sekolah,para siswa juga dibebankan uang pembangunan, padahal biaya pembangunan harusnya menjadi tanggungjawab pihak sekolah.

Aksi mogok yang sudah sepekan ini terus dilakukan para siswa dan guru hingga kepala sekolah bersedia turun dan meletakkan jabatannya.
“kami sudah seminggu melakukan aksi moon ini hingga kepala sekolah turun,” ujar Kiki, siswa SMKN 3 Pematang Siantar.

Anehnya, meskipun aksiny ini sudah berlanjut sepekan, pihak sekolah seakan tutup mata dan tidak merespon tuntutan ratusan siswanya, akibatnya proses belajar menjadi terganggu, padahal sebentar lagi Ujian Akhir Nasional akan berlangsung.(pasquale)

Share on:

Facebook   

Tambah Komentar


Kode Pengaman
Refresh

Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang diberikan oleh pembaca.

Redaksi: redaksi[at]kabarsumut.com
Informasi pemasangan iklan
iklan[at]kabarsumut.com,
telepon 0819-19702200, 061-77612200.

Kabar Terbaru

Foto Berita