KARO

PDAM Tirta Malem Berbenah Maksimalkan Distribusi Air Bersih di Kabanjahe

print

Kantor PDAM TIRTAMALEM di Kabanjahe, KABAR SUMUT/robinson purba

TANAH KARO | KABAR SUMUT

Pendistribusian air bersih ke pemukiman warga Kota Kabanjahe, menjadi permasalahan serius dan tak kunjung tuntas sejak lama. Untuk itu, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Malem Kabupaten Karo sedang melakukan pembenahan guna mampu memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan.

“Saat ini kami sedang melakukan pembenahan secara serius dalam hal pendistribusian air bersih. Kita sedang memfokuskan perbaikan instalasi perpipaan, agar pendistribusian air dapat disalurkan secara merata,” kata Direktur PDAM Tirta Malem Kabupaten Karo, Arvino Hamsyari ST kepada KABAR SUMUT diruang kerjanya, Rabu (1/3).

Dikatakan, disamping masalah instalasi perpipaan yang sejak dulu menjadi polemik, pihaknya juga sudah membenahi kinerja internal ditubuh PDAM Tirta Malem. “Manajemen dan sistem pelayanan bagi masyarakat sudah kita tingkatkan dengan menggunakan program,” jelas Arvino.

Meski demikian, ia mengakui hingga kini masih banyak keluhan pelanggan terkait persoalan ketersediaan air minum di ibukota Kabupaten Karo ini. Untuk itu, pihaknya telah membuat peta jaringan pipanisasi agar dapat mengevaluasi dan melakukan monitoring terhadap kendala-kendala penyaluran air bersih.

“Peta jaringan pipanisasi sudah dibuat. Ini sebagai langkah awal untuk melakukan pembenahan. Disamping itu, pembenahan internal juga menjadi tugas penting untuk memperbaiki manajemen dan tupoksi masing-masing dari setiap bagian struktur organisasi PDAM Tirta Malem,” kata dia.

Lebih jauh dijelaskan, pembuatan peta jaringan pipanisasi menjadi langkah untuk melakukan pengecekan dan perbaikan langsung apabila ada kerusakan di lapangan. “Di beberapa titik sudah dilakukan perbaikan oleh petugas kita. Salah satu contoh di kawasan Simpang Enam Kabanjahe,” jelasnya.

Ia menyebut, akibat jaringan pipanisasi yang belum sinkron, membuat pendistribusian air di beberapa kawasan di Kota Kabanjahe selama ini terpaksa menggunakan sistem buka tutup. “Artinya, apabila air bersih di beberapa kawasan didistribusikan, di kawasan lainnya harus di stop. Harus menunggu giliran,” paparnya.

Sebagai upaya dalam pembenahan-pembenahan tersebut, ia mengharapkan pasokan air bersih dalam ditingkatkan pada bulan Maret menjelang April mendatang. “Selama ini beberapa kawasan hanya dapat didistribusikan sekali per dua hari, tidak dipungkiri juga ada yang per empat hari. Diharapkan nantinya akan dapat dialiri setiap hari walau tidak nonstop 24 jam,” harapnya.

Ia meyakini, kemampuan pompa yang dimiliki pihak PDAM Tirta Malem saat ini, sudah mampu memasok kebutuhan air di Kabanjahe. Hal tersebut dibarengi dengan kemampuan menghasilkan air 50 liter per detik. “Untuk itu, diharapkan kepada pelanggan untuk bersabar dan menanti pembenahan pasokan air bersih yang dilakukan,” harapnya.

  • ROBINSON PURBA
Ke Atas