KARO

Bupati Karo Sambut Kunjungan Delegasi Prefektur Wakayama Jepang

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH berbincang dengan Delegasi Prefektur Wakayama Jepang terkait perkebunan jeruk dan strawberry di Karo. KABAR SUMUT/Ist
print
KABANJAHE | KABAR SUMUT

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH menyambut kunjungan kerja (kunker) Delegasi Prefektur Wakayama, Jepang di ruang kerja Bupati Karo, Jumat (12/1/2018). Wakayama adalah salah satu prefektur atau provinsi di Negara Jepang.

Kunjungan ini merupakan bentuk responsif dari pemerintahan Jepang atas kunjungan Bupati Karo pada bulan November 2017 lalu mengenai studi penanggulan bencana di Jepang. Namun kunjungan delegasi  Wakayama kali ini guna kerjasama dibidang pertanian khususnya jeruk dan strawberry.

Kunjungan Delegasi Wakayama ini dihadiri oleh Mr. Nishimori sebagai Director Of Research Promotion Office, Mr. Kujira sebagai Cultivation Director of Fruit Tree Experiment Station dan Mr. Yamashita sebagai staf Internasional Division.

Delegasi Wakayama menjelaskan, tujuan kunjungan mereka ke Karo guna melihat langsung perkebunan jeruk dan strawberry di Karo, mengadakan pertemuan dengan para petani/ asosiasi petani jeruk dan strawberry, melihat bagaimana kondisi tanah, iklim, cuaca dan curah hujan guna melihat potensi apa yang akan bisa dikembangkan di Karo.

Disamping itu, kunjungan ini merupakan upaya kerjasama pemerintah Wakayama Jepang dengan Pemkab Karo dalam rangka pengembangan jeruk dan strawberry.  Diharapkan, kerjasama ini akan menghasilkan kualitas jeruk dan strawberry yang lebih baik dengan memanfaatkan teknologi Jepang.

Sementara, Bupati Karo didampingi Kepala Dinas Pertanian Karo Sarjana Purba dan Kepala Bappeda Ir. Nasib Sianturi MSi, menyambut baik kunjungan delegasi Wakayama Jepang beserta rombongan di Karo untuk melakukan survey kondisi perkebunan jeruk dan strawberry di Sumut khususnya di Karo.

“Kami menyadari bahwa perkebunan jeruk di Karo terus mengalami penurunan, baik dalam luas tanaman maupun produksinya. Ini karena beberapa kendala yang dihadapi seperti serangan hama dan penyakit khususnya serangan lalat buah, kurangnya teknologi budidaya serta penerapan pasca panen yang belum optimal,” paparnya.

Padahal, kata dia, jeruk Karo merupakan produk yang dikenal secara nasional maupun internasional. “Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kerjasama ini, baik dalam teknik maupun teknologi guna dapat membantu dalam meningkatkan produksi jeruk dan strawberry yang berkualitas yang lebih baik dengan menggunakan teknologi Jepang,” jelasnya.

Selain jeruk dan strawberry, Bupati Karo juga menjelaskan bahwa Kabupaten Karo juga memiliki komoditas unggulan lain yang dapat dijadikan kerjasama dengan Wakayama seperti kopi, jagung, buah kesemak, biwa serta komoditi holtikura lainnya.

Berdasarkan amatan KABAR SUMUT, Bupati Karo bersama rombongan delegasi Wakayama selanjutnya bergerak meninjau langsung perkebunan jeruk dan strawberry serat milik petani di Kecamatan Dolatrayat.

  • REL

Ke Atas