KARO

Bupati Karo : Pelebaran Jalan Kabanjahe – Berastagi Tahap II Harus Tuntas Tahun Ini

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH bersama jajarannya saat meninjau rencana pelebaran jalan Kabanjahe - Berastagi. KABAR SUMUT/Ist

print
BERASTAGI | KABAR SUMUT

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH meninjau lokasi rencana pelebaran jalan Kabanjahe – Berastagi tahap II, mulai dari Desa Sumbul (Sumber Mufakat) hingga simpang Ujung Aji Berastagi, Senin (29/1/2018). Dikatakan, pelebaran jalan sepanjang sekitar 10 Km ini, harus dituntaskan pada tahun ini.

Hadir dalam kesempatan ini diantaranya, Kepala Bappeda Karo Ir. Nasib Sianturi M.Si, Kepala Dinas PUPR Karo Ir. Paten Poerba, Kepala Dinas Perhubungan Karo Gelora Fajar Purba SH MH, Kasatpol PP Hendrik P. Tarigan, Camat Berastagi Mirton Ketaren dan Kepala Desa Raya Amanita Ketaren.

“Sesuai rencana yang sudah diajukan, pelebaran jalan ini mudah-mudahan akan terlaksana mulai anggaran semester pertama. Mungkin awal Maret atau April 2018 sudah dikerjakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah I Medan,” jelas Terkelin di Jalan Letjen Jamin Ginting, tepatnya di depan Hotel Suite Pakar, Desa Raya, Berastagi.

Ia menyebut, rencana pelebaran jalan ini didukung penuh oleh masyarakat. Warga merelakan tanah mereka untuk pelebaran tanpa ganti rugi. Ia beralasan, karena warga sudah melihat dan merasakan pelebaran tahap pertama yang sudah selesai mulai dari depan Kantor Bupati Kabanjahe hingga Desa Sumbul sepanjang 2,3 Km.

“Pelebaran jalan itu kian memperindah wajah Kota Kabanjahe dan terbebas dari kemacetan yang sebelumnya kerap terjadi. Setelah diperlebar (20 meter), badan jalan semakin bagus dan mulus, harga tanah pun tentunya melonjak. Warga merasakan dampak pembangunan itu,” tuturnya.

Terkait persetujuan pembebasan lahan oleh warga, kata dia, teknisnya dibawah koordinasi Camat Berastagi. “Camat harus bergerak cepat, mengingat batas waktu penyerahan bukti persetujuan warga ke BBPJN Wilayah I Medan sebagai salah satu persyaratan mutlak yakni minggu kedua awal Februari ini,” jelasnya.

Sementara, pemilihan lokasi di depan Hotel Suite Pakar untuk ditinjau, karena selama ini pihak Kementerian PUPR menginformasikan seringnya badan jalan tergenang air di lokasi tersebut apabila curah hujan tinggi.

“Nah, rencananya, mulai dari Akbid Takasima sampai simpang Korpri, diusulkan pembangunannya untuk skala prioritas ke pemerintah pusat. Tujuannya, jika pelebaran dan pembangunan jalan dimulai, dimulai dari seputaran depan Akbid Takasima hingga Hotel Suite Pakar,” tutupnya.

  • REL

 

Ke Atas