KARO

Anggota DPD RI Parlindungan Purba Tinjau Jalur Lahar Dingin Sinabung

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH bersama anggota DPD RI Parlindungan Purba SH MM saat meninjau kondisi jembatan 1 dan jembatan 2 di Desa Sukatendel. KABAR SUMUT/Ist

print
KABANJAHE | KABAR SUMUT

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH menyambut kunjungan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Parlindungan Purba SH MM di rumah dinas Bupati Karo Jalan Veteran No. 40 Kabanjahe, Minggu (25/2/2018).

Dalam kesempatan ini, Bupati Karo didampingi oleh Wakil Bupati Karo Cory Sriwati Sebayang, anggota DPRD Karo Jon Karya Sukatendel, Wakapolres Karo Kompol Effendi Situmorang dan Kasdim 0205/TK Mayor Inf Arjun Sidauruk.

Kunjungan anggota senator Senayan ini guna melihat langsung wilayah-wilayah terdekat yang terkena dampak banjir lahar dingin pasca erupsi Gunung Sinabung serta untuk mengetahui aktivitas petani sekaligus menyerap keluh kesah warga, sehingga diketahui apa yang dibutuhkan masyarakat lingkar Sinabung.

Senator asal Sumatera Utara ini terlihat antusias mendengarkan pemaparan Bupati Karo Terkelin Brahmana SH terkait dampak bencana erupsi Gunung Sinabung termasuk kerusakan yang ditimbulkan banjir lahar dingin Sinabung.

“Puluhan desa dari lima kecamatan terpapar debu vulkanik yang cukup tebal. Dari 17 kecamatan di Karo, ada lima kecamatan yang gagal panen. Untuk sementara belum ada relokasi yang baru, karena semua masih tergantung dari Badan Vulkanologi,” jelas Terkelin.

Disampaikan, Pemkab Karo hingga kini terus melakukan pengkajian mulai dari pengkajian lahan pertanian hingga kerugian yang dialami pasca erupsi Gunung Sinabung dan selanjutnya akan dikonsultasikan dengan Menteri Pertanian RI.

Selanjutnya, Bupati Karo dan Parlindungan Purba berangkat menuju desa terdampak lahar dingin Gunung Sinabung di Desa Sukatendel, Kecamatan Tiganderket. Parlindungan Purba melihat kondisi jembatan 1 dan jembatan 2, yang sangat rawan jika sewaktu-waktu dihantam derasnya banjir lahar dingin.

Menurut Parlindungan Purba, menyiasati ganasnya banjir lahar dingin dan untuk menyelamatkan jembatan yang sangat vital bagi warga, aliran sungai Bekerah yang menjadi jalur laharan harus setiap saat dinormalisasi.

Untuk itu, ia meminta agar dua alat berat berupa excavator (beko) harus setiap saat di standby kan di lokasi. Tujuannya, apabila lahar dingin sewaktu-waktu datang, aliran sungai Bekerah dapat sesegera mungkin dinormalisasi jika alat sudah ada di tempat.

“Banjir lahar dingin dengan berbagai material bisa kapan saja menutup atau menyumbat aliran sungai. Untuk itu, disaat ada lahar dingin, alat berat harus bekerja menyingkirkan bongkahan kayu maupun batu-batu yang dibawa laharan,” jelasnya.

Sementara, dalam kesempatan itu Bupati Karo menyampaikan keterbatasan mobil tangki air pemadam kebakaran milik Pemkab Karo, untuk menyiram debu vulkanik Sinabung dari sejumlah fasilitas umum, jalan dan lain sebagainya. Untuk itu, ia meminta agar Pemkab Karo dibantu dalam penambahan mobil damkar.

Menyahuti itu, Parlindungan Purba mengatakan akan secepatnya melobi pusat untuk menindaklanjuti apa saja yang dibutuhkan Pemkab Karo, termasuk bantuan bagi petani akibat dampak gagal panen pasca erupsi besar Gunung Sinabung.

Berdasarkan amatan KABAR SUMUT, rombongan selanjutnya bergerak ke Desa Perbaji, Kecamatan Tiganderket. Desa Perbaji berjarak sekitar 3,5 Km dari Gunung Sinabung yang merupakan salah satu desa terparah diterjang lahar dingin.

  • REL

 

Ke Atas